Back to blog

Grammarly vs ChatGPT: mana yang lebih bagus untuk bantu kamu menulis?

3 min read
Grammarly ChatGPT menulis tools AI produktivitas

Apa yang sebenarnya dilakukan masing-masing tool

Grammarly dan ChatGPT sering dibandingkan seolah keduanya bersaing untuk fungsi yang sama. Padahal tidak.

Grammarly adalah editor real-time. Dia membaca apa yang kamu tulis saat kamu mengetik, lalu memberikan saran perbaikan: tanda baca, ejaan, kejelasan kalimat, dan tone. Grammarly tidak bisa menulis dari nol — tugasnya memperbaiki yang sudah ada.

ChatGPT adalah asisten percakapan. Kamu bisa minta dia menulis email dari nol, mengubah tone paragraf, merangkum dokumen panjang, atau brainstorming ide. Tapi dia tidak terintegrasi di editor atau aplikasimu — kamu perlu buka tab terpisah dan copy-paste.

AspekGrammarlyChatGPT
Cara kerjaKoreksi real-time saat mengetikChat interaktif terpisah
IntegrasiBrowser, Google Docs, email, WordTab browser / app sendiri
HargaGratis (terbatas) / Premium ~$12/bulanGratis / Plus $20/bulan
Terbaik untukMemperbaiki tulisan yang sudah adaMenulis atau mengubah dari nol
Bahasa IndonesiaTerbatasCukup baik

Grammarly: kelebihan dan batasannya

Kelebihan Grammarly ada pada kenyamanannya. Sekali install extension di browser, dia berjalan otomatis di Gmail, Google Docs, LinkedIn, bahkan kolom komentar website. Tidak perlu copy-paste apapun.

Fitur tone detection-nya juga genuinely berguna — dia bisa bilang kalau emailmu terdengar terlalu agresif atau terlalu formal untuk konteks tertentu.

Tapi ada batasan yang perlu kamu tahu:

Versi gratis sangat terbatas. Sebagian besar saran style dan clarity hanya muncul di versi premium. Untuk grammar dasar saja, versi gratis cukup — tapi kalau itu saja yang kamu butuhkan, Google Docs sudah punya fitur serupa secara gratis.

Grammarly kurang memahami Bahasa Indonesia. Jika kamu menulis campuran Indonesia-Inggris atau Bahasa Indonesia sepenuhnya, sarannya sering tidak relevan.

Plagiarism checker hanya ada di versi premium, dan akurasinya bervariasi.

ChatGPT: kelebihan dan batasannya

ChatGPT unggul saat kamu stuck di halaman kosong. Minta dia tulis draft email dalam 30 detik, dan kamu punya sesuatu untuk diedit — jauh lebih mudah dari mulai dari nol.

Versatilitasnya juga jauh melampaui Grammarly: bisa tulis artikel, buat outline presentasi, ubah tone dari formal ke casual, jelaskan konsep sulit dengan bahasa sederhana, atau debug kode.

Tapi ada kelemahan nyata:

Tidak ada integrasi langsung ke aplikasi kerja. Kamu harus buka chatgpt.com, ketik di sana, copy hasilnya, lalu paste ke tempat yang kamu butuhkan. Untuk sesuatu yang dilakukan berkali-kali sehari, ini cukup mengganggu.

ChatGPT bisa salah — dan kesalahannya kadang terdengar sangat meyakinkan. Fakta, statistik, dan referensi perlu kamu verifikasi sendiri.

Tanpa prompt yang bagus, hasilnya generik. Ini bisa dipelajari, tapi butuh waktu.

Alternatif gratis yang layak dicoba: Microsoft Copilot di copilot.microsoft.com — akses ke GPT-4 tanpa bayar, dengan integrasi pencarian web yang membuatnya lebih akurat untuk pertanyaan faktual.

Kapan pakai Grammarly, kapan pakai ChatGPT

Pakai Grammarly kalau:

  • Kamu sudah punya draft dan ingin dipoles
  • Menulis email kerja, laporan, atau konten formal dalam Bahasa Inggris
  • Butuh feedback real-time saat mengetik tanpa workflow tambahan

Pakai ChatGPT kalau:

  • Kamu menghadapi halaman kosong dan butuh titik mulai
  • Ingin mengubah tone, panjang, atau perspektif sebuah teks
  • Butuh brainstorming ide, outline, atau ringkasan cepat

Pakai keduanya kalau: Kamu menulis konten panjang dalam Bahasa Inggris — ChatGPT untuk draft awal, Grammarly untuk polish akhir sebelum publish. Kombinasi ini bekerja sangat baik untuk email newsletter, artikel blog, atau laporan profesional.

Untuk Bahasa Indonesia, ChatGPT adalah pilihan yang lebih kuat — Grammarly belum cukup baik untuk bahasa ini.

Share:

Related Posts