Back to blog

GitHub Copilot vs ChatGPT untuk coding: mana yang cocok untuk pemula?

3 min read
GitHub Copilot ChatGPT coding tools AI pemula

Apa perbedaan mendasar keduanya

Sebelum memilih, penting untuk memahami bahwa kedua tool ini melakukan hal yang berbeda — bukan versi yang sama dari fungsi yang sama.

GitHub Copilot bekerja di dalam code editor kamu. Dia membaca kode yang sedang kamu tulis dan menyarankan kelanjutannya secara real-time — satu baris, satu fungsi, atau bahkan beberapa fungsi sekaligus. Seperti autocomplete yang sangat pintar. Kamu perlu install extension-nya di VS Code atau editor lain, lalu dia berjalan di background saat kamu coding.

ChatGPT bekerja sebagai percakapan terpisah di browser. Kamu tanya sesuatu, dia jawab. Bisa tulis kode dari deskripsi, jelaskan kode yang tidak kamu mengerti, debug error, atau jawab pertanyaan konseptual. Tidak terintegrasi di editor — kamu perlu copy-paste bolak-balik.

AspekGitHub CopilotChatGPT
Cara kerjaAutocomplete di editorChat interaktif di browser
IntegrasiVS Code, JetBrains, NeovimTab browser terpisah
Harga$10/bulan (gratis untuk pelajar)Gratis / Plus $20/bulan
Terbaik untukMenulis kode lebih cepatBelajar, debug, tanya jawab
Butuh coding knowledge?Ya, idealnyaTidak harus

GitHub Copilot untuk pemula: bagus atau tidak?

Jujur: belum tentu.

Kelebihan Copilot tidak diragukan — dia menghemat waktu mengetik, menyarankan sintaks yang benar, dan bisa menyelesaikan fungsi yang membosankan untuk diketik manual. Untuk developer yang sudah berpengalaman, productivity boost-nya nyata.

Tapi untuk pemula absolut, ada masalah: kamu tidak selalu bisa menilai apakah suggestion-nya benar atau optimal. Copilot kadang menyarankan kode yang berjalan tapi memiliki bug tersembunyi, atau menggunakan pendekatan yang tidak efisien. Kalau kamu belum mengerti cukup untuk mengevaluasi saran itu, kamu akan copy-paste sesuatu yang tidak kamu mengerti.

Ini bukan cara belajar yang baik.

Satu keuntungan nyata: GitHub Student Developer Pack memberikan akses Copilot gratis untuk pelajar yang bisa memverifikasi status mereka. Kalau kamu pelajar, worth dicoba setelah kamu menguasai dasar-dasar.

ChatGPT untuk coding: bagus atau tidak?

Untuk pemula, ChatGPT adalah pilihan yang lebih tepat.

Kamu bisa tanya konsep dari level paling dasar tanpa merasa dihakimi. Bisa minta penjelasan step by step. Bisa paste kode yang tidak kamu mengerti dan tanya “apa yang dilakukan baris ke-5 ini?” Bisa minta 3 cara berbeda untuk menyelesaikan masalah yang sama.

Ini semua tidak bisa dilakukan dengan Copilot.

Kekurangannya: tidak ada integrasi editor, hasil kadang tidak efisien kalau prompt-nya kurang spesifik, dan ChatGPT bisa memberikan kode yang salah dengan nada yang sangat meyakinkan — selalu test hasilnya.

Alternatif yang layak dicoba: Claude.ai dari Anthropic sering memberikan penjelasan yang lebih rinci untuk kode kompleks. Phind.com bagus sebagai search engine coding yang lebih akurat dari Google.

Rekomendasi untuk pemula: mulai dari mana

Path yang masuk akal:

Bulan 1-2: Fokus belajar dasar coding (Python atau JavaScript). Pakai ChatGPT gratis sebagai tutor — tanya konsep, minta explain error, minta soal latihan. Jangan install Copilot dulu.

Bulan 3-4: Kamu sudah bisa nulis fungsi sederhana sendiri tanpa bantuan. Mulai coba GitHub Copilot — bisa daftar trial gratis 30 hari. Gunakan suggestion-nya sebagai referensi, bukan kebenaran mutlak.

Setelah itu: Keduanya bisa berjalan bersamaan. ChatGPT untuk pertanyaan dan belajar konsep baru, Copilot untuk mempercepat penulisan kode yang sudah kamu pahami cara kerjanya.

Satu prinsip yang tetap relevan di semua tahap: jangan biarkan AI coding tool membuat kamu skip memahami apa yang kode itu sebenarnya lakukan. Programmer yang mengerti kode yang mereka tulis jauh lebih berharga dari yang hanya bisa copy-paste.

Share:

Related Posts